Deteksi Kanker Serviks, Penyebabnya dan Cara Pencegahannya - www.TempatBerbagi.xyz
Friday, 10 February 2017

Mengatasi Kanker Serviks, Penyebabnya dan Cara Pencegahannya

Tempatberbagi.xyz - Kanker ini merupakan kanker yang paling ditakuti oleh kaum wanita. Karena kanker ini dianggap sangat ganas dan mematika. Kanker serviks adalah kanker yang muncul pada leher rahim wanita. Leher rahim sendiri berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Semua wanita dari berbagai usia berisiko menderita kanker serviks. Tapi, penyakit ini cenderung memengaruhi wanita yang aktif secara seksual.

Untuk tahapan awal, orang yang terkena kanker serviks biasanya tidak memiliki gejala. Gejala kanker serviks yang paling umum adalah pendarahan pada vagina yang terjadi setelah berhubungan seks, di luar masa menstruasi, atau setelah menopause. Meski terjadi pendarahan, belum berarti Anda menderita kanker serviks. Untuk memastikan penyebab kondisi Anda, segera tanyakan kepada dokter. Jika dicurigai terdapat kanker serviks, rujukan menemui dokter spesialis akan diberikan.

Terdapat beberapa kondisi yang menyebabkan seorang wanita beresiko tinggi terkena penyakit kanker leher rahim atau kanker serviks, salah satu diantaranya adalah seorang wanita yang mempunyai banyak anak atau multipara. Perlu Anda ketahui bahwa setiap proses kehamilan, persalinan serta nifas adalah hal yang menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan pada tubuh wanita seperti perubahan sel-sel leher rahim, perubahan hormon dan juga kerusakan jalan lahir.

Sebenarnya semua orang dapat terinfeksi virus HPV yang menjadi penyebab kanker serviks, tidak peduli baik wanita atau juga pria. Infeksi HPV ini terutama ditularkan melalui adanya kontak kelamin, tidak hanya dari hubungan seks. Infeksi ini sangat mudah menular, sehingga para wanita yang telah pernah melakukan hubungan seks akan dapat memiliki resiko terkena penyakit kanker leher rahim. Hal ini dibutuhkan metode yang benar untuk mendeteksi keberadaan kanker serviks ini.

Kanker serviks merupakan jaringan sel kanker yang tumbuh di daerah leher rahim, yang kemudian berkembang hingga tidak terkontrol. Leher rahim adalah bagian paling bawah dari rahim perempuan, dan merupakan penghubung antara vagina dengan rahim. Leher rahim terdiri dari dua bagian, yaitu bagian yang paling dengan dengan rahim yang disebut dengan endocerviks dan ditutupi oleh sel glandular, dan bagian leher rahim yang dekat dengan vagina yang disebut dengan exocerviks dan terdiri dari susunan sel squamosa. Oleh karena itu, terdapat beberapa jenis tipe kanker serviks, yaitu kanker serviks sel squamosa dan kanker serviks sel adenocarcinoma.

Adapun untuk mendeteksi kanker serviks terdapat beberapa jenis metode yang biasa dilakukan antara lain:


#1. Pap Smear

Metode ini adalah dengan cara mengambil contoh atau sample sel-sel serviks yang kemudian dianalisa dengan mikroskopis di laboratorium. Dari hasil tes tersebut akan menunjukkan apakah ada radang atau infeksi serta sel-sel abnormal juga akan terlihat. Jika tes Pap Smear dilakukan secara rutin dan teratur maka bisa mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks. Karena jika sel-sel abnormal sudah terdeteksi sejak awal maka bisa dilakukan pengobatan lebih lanjut.

#2. IVA

Inspeksi Visual dengan Asam Asetat bisa disingkat dengan IVA. Metode ini adalah mendeteksi kanker serviks dengan cara mengoles serviks atau leher rahim dengan menggunakan asam asetat. Jika terdapat kelainan seperti area leher rahim berwarna putih maka bisa dianggap ada infeksi pada serviks. Cara mendeteksi ini dapat dilakukan di puskesmas dengan harga yang relatif murah atau di rumah sakit. Metode ini cukup efektif untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini. Jika terdapat tanda yang mencurigakan, maka dapat dilakukan cara yang lain lagi.

#3. Thin Prep

Metode ini adalah cara mendeteksi kanker serviks atau kanker leher rahim yang lebih akurat jika dibandingkan dengan metode Pap Smear. Dengan metode ini seseorang akan diperiksa seluruh bagian serviksnya untuk dianalisis yang hasilnya tentu saja akan lebih tepat dan juga akurat.

#4. Kolposkopi

Metode ini dilakukan dengan cara menggunakan alat yang dilengkapi dengan lensa pembesar untuk melihat bagian yang terinfeksi setelah mereka diketahui ada infeksi pada saat melakukan deteksi dini. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah ada jaringan yang tidak normal pada leher rahim atau serviks. Jika dengan metode ini ada yang tidak normal, maka akan dilakukan tindakan biopsi atau pengambilan sejumlah jaringan kecil dari dalam tubuh dan pengobatan kanker serviks.

Setelah itu, untuk mencegah kanker serviks ini dengan melakukan:


  • Vaksinasi
  • Untuk menghindari terkena kanker serviks terdapat cara pencegahan yang saat ini telah dikenal dalam dunia medis secara luas yaitu dengan vaksinasi. Salah satu hal yang menjadi alasan mengapa banyak terjadi kasus kanker serviks di Indonesia adalah karena minimnya pengetahuan mengenai kanker serviks. Sehingga membuat rendahnya kesadaran masyarakat mengenai vaksinasi dari kanker serviks ini. Vaksinasi HPV merupakan cara yang efektif dalam menghindarkan diri dari penyakit ini. Vaksin tersebut akan berguna untuk meningkatkan performa dari sistem kekebalan tubuh untuk mengenai dan juga menghancurkan virus HPV ketika mulai masuk ke tubuh. Hal ini dappat mencegah terjadinya infeksi pada tubuh akibat terkena virus HPV.
  • Menjaga Perilaku Seks
  • Cara pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebiasaan perilaku seksual dalam standar yang sehat. Akan lebih baik jika anda melakukan metode deteksi dini ini secara teratur beberapa waktu sekali sehingga akan menjaga diri anda dari potensi kanker serviks yang lebih parah.

Demikian informasi yang dapat diberikan mengenai mendeteksi kanker serviks, Penyebabnya dan cara pencegahannya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat khususnya untuk para wanita harus senantiasa menjaga kesehatan supaya terhindar dari yang namanya kanker serviks.

0 komentar:

Post a Comment