Inilah Bahaya yang Mengintai Bila Balita Sering Terkena Asap Rokok - www.TempatBerbagi.xyz
Saturday, 4 February 2017



Tempatberbagi.xyz - Sebagai orang tua anda harus waspa dengan kesehatan anak anda. Salah satunya adalah dengan menjauhkannya dari asap rokok. Mungkin di kalangan sebagian orang, apalagi yang orang tuanya merokok hal tersebut adalah suatu hal yang biasa dan dianggap sebagai hal spele. Tapi ternyata memberikan dampak yang luar biasa.

Pada anak yang hidup di lingkungan yang terpapar asap rokok, peluang terjangkit pneumonia akan lebih besar dibandingkan anak yang tidak pernah terpapar asap rokok. Bahkan, balita yang sering terkena asap rokok, memiliki kemungkinan dua sampai tiga kali lebih besar akan mengalami kerusakan murkosa. dimana organ paru-paru menjadi rusak karena sistem pertahanan alami saluran pernapasan yang jebol akibat asap rokok.

Paru-paru anak lebih kecil dibandingkan paru-paru orang dewasa. Anak-anak juga bernapas lebih cepat daripada orang dewasa dan itu mengakibatkan mereka lebih banyak menghirup zat-zat kimia berbahaya per berat tubuh mereka dibandingkan orang dewasa pada saat yamg sama. Selain itu, sistem kekebalan tubuh anak-anak juga belum terbentuk sempurna sehingga mereka lebih mudah terkena radang pernapasan. Maka tidak heran, anak-anak yang menghirup secondhand smoke akan lebih mudah terjangkit pneumonia, bronchitis, dan penyakit paru-paru lainnya.

Dibandingkan orang dewasa dengan sesamanya, anak-anak seringkali tidak mampu untuk berkomentar atau mengkritik orang dewasa yang adalah perokok, terutama yang merokok di sekitar mereka. Oleh sebab itu, jika Anda adalah orang tua yang merokok, cobalah untuk berhenti merokok, karena bukan hanya berguna bagi kesehatan Anda, namun juga menjauhkan anak-anak Anda dari bahaya pneumonia yang menjadi salah satu penyebab kematian utama balita di Indonesia.

Anak beresiko yang lebih tinggi untuk terkena dampak buruk dari asap rokok dibandingkan dengan orang dewasa. Anak mempunyai sistem imun dan alat pernafasan yang masih berkembang dan rentan terhadap berbagai penyakit. Saluran pernafasan dan paru-paru yang kecil membuat anak lebih sering bernafas sehingga lebih sering menghirup asap rokok. Anak-anak telah menjadi perokok pasif dan third hand smoker dikarenakan anggota keluarga anak yang merupakan perokok aktif dan atau lingkungan rumah yang tidak sehat, yaitu banyak perokok aktif.

Dampak jangka panjang dari asap rokok ini yang lebih membahayakan karena asap rokok yang dihirup akan menumpuk di dalam tubuh dan menyebabkan seseorang menderita penyakit yang sangat mematikan.

Berikut Dampak Jangka Panjang "Rokok" Bagi Anak.


#1 Gigi keropos

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of the American Dental Associationmenemukan kaitan antara perokok pasif dengan keropos pada gigi susu anak. Artinya, paparan asap rokok membuat gigi susu anak rentan keropos. Hal tersebut terjadi karena dipengaruhi oleh mikrobiota pada mulut, penurunan tingkat vitamin C, penurunan fungsi sistem kekebalan tubuh, serta produksi saliva yang penting bagi kesehatan mulut.

#2 Infeksi telinga

Sebuah studi yang diterbitkan di Archives of Pediatric and Adolescent Medicine menambahkan risiko baru dari asap rokok, yakni infeksi telinga pada anak yang terpapar asap rokok. Studi pada orang tua perokok menemukan, anak-anak mereka 1,5 kali lebih mungkin mendapatkan infeksi telinga tengah. Terutama anak dari ibu yang perokok, dua kali lipat memiliki risiko infekis telinga tengah.

#3 ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut)

U.Z. Mikdar (2006) menyatakan bahwa perokok pasif dapat menyebabkan pneumonia, bronchitis, batuk-batuk, sesak nafas, serta penyakit telinga pada anak kecil. Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta I (2010) juga menambahkan bahwa anak-anak yang orang tuanya merokok akan mengalami batuk, pilek, dan radang tenggorokan serta penyakit paru-paru yang lebih tinggi.

#4 Asma

U.Z. Mikdar (2006) menyatakan bahwa perokok pasif dapat menyebabkan dapat memperparah asma. Laporan dari ASH Research Report (2011) menyatakan bahwa anak dari keluarga perokok memiliki resiko dua kali lebih besar menderita asma dibanding anak dari keluarga tidak perokok. Penelitian dari Ratih Oemiyati dan Qomariah Alwi (2009), faktor lingkungan yang paling besar pengaruhnya terhadap asma adalah adalah asap rokok.

#5 Penebalan dinding pembuluh darah

European Heart Journal (2014) merilis sejumlah peneliti dari Tasmania, Australia, dan Finlandia mendapati bahwa asap rokok yang dihirup anak bisa mengakibatkan kerusakan permanen pada arteri anak. Kerusakan yang terjadi berupa penebalan dinding pembuluh darah yang akan meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke di kemudian hari.

#6 Penyakit pembuluh darah perifer (PPDP)

Akibat penggumpalan (trombosis) dan pengapuran dinding pembuluh darah (aterosklerosis), merokok jelas akan merusak pembuluh darah perifer. PPDP yang melibatkan pembuluh darah arteri dan vena di tungkai bawah atau tangan sering ditemukan pada dewasa muda perokok berat, biasanya akan berakhir dengan amputasi (Tim Penulis Poltekkes Depkes Jakarta I, 2010).

#7 Berbagai kanker

Anak perokok pasif mempunyai resiko 3 kali lebih besar menderita kanker paru-paru di kemudian hari dibanding anak yang hidup di lingkungan bebas asap rokok. The British Medical Association menemukan bahwa perokok pasif menyebabkan kanker pada anak (khususnya kanker otak dan limpoma) dan meningitis. Penelitian di Swedia menemukan orang tua perokok meningkatkan resiko anak menderita beberapa jenis kanker, seperti kanker paru-paru, aerodigestive cancer (bibir, mulut, lidah, hidung, tenggorokan, pita suara, dan bagian dari esopagus dan batang tenggorokan) (ASH Research Report, 2011).

#8 Emfisema

Emfisema adalah gangguan paru-paru kronis yang dapat menyebabkan kematian. Menurut ASH Research Report (2011), anak yang menjadi perokok pasif akan menderita emfisema ketika dewasa. Penemuan menyatakan bahwa paru-paru tidak bisa menyembuhkan kembali secara sempurna efek dari paparan asap rokok ketika masih anak.

Asap rokok adalah suatu bahaya bagi lingkungan yang sangat serius dan merupakan penyebab penting terganggunya kesehatan kita, baik bagi perokok maupun bagi kita yang tidak merokok. Asap rokok mengandung lebih dari 4.000 bahan kimia, termasuk zat yang sering dijumpai dalam kandungan polusi udara yang berbahaya, zat yang terdapat dalam sampah berbahaya, lebih dari 50 jenis zat penyebab kanker dan lebih dari 100 bahan kimia beracun lainnya. Beberapa zat yang telah familiar dengan kita diantaranya karbonmonoksida (menurunkan kadar oksigen), nikotin (penyebab kecanduan dan bisa menurunkan kerja otot hati), dan tar (campuran beragam zat-zat beracun). Bahkan, Environmental Protection Agency Amerika menggolongkan rokok sebagai karsinogen kelas A, disejajarkan dengan asbeston, arsenik, benzene, dan radon.

Demikian informasi seputar bahaya asap rokok bagi kesehatan balita dan kesehatan kita semua serta lingkungan sekitar. Semoga artikel ini dapat mengingatkan anda untuk selalu menjaga kesehatan buah hatinya dan kesehatan diri anda sendiri.

0 komentar:

Post a Comment